Page 7 - Working Paper (Insentif Pajak Penghasilan atas Biaya Penelitian dan Pengembangan: Studi Perbandingan)
P. 7

DDTC Working Paper 0313  DDTC Working Paper 0313
                                                                                                            7



                      to install new procedures, systems and services;    3.5. Jepang 15
                      or to substantially improve the existing products.
                                                                       Definisi biaya R&D dalam ketentuan perpajakan
                      Perlakuan pajak atas pengeluaran R&D adalah   di Jepang adalah sebagai berikut:
                   super deduction sebesar 200% bagi pengeluaran       “expenses incurred in experimental and research
                   untuk  kegiatan  R&D  yang  dilakukan  di  Thailand.   work in order to manufacture products to improve,
                   Pemberian super deduction dibatasi hanya kepada   design or invent techniques”
                   pengeluaran  R&D  yang  dibayarkan  kepada
                   perusahaan atau organisasi pemerintah penyedia
                                                                       Insentif  perpajakan  di   Jepang   untuk
                   jasa  R&D  di  Thailand.  Setiap  industri  berhak
                                                                    pengeluaran R&D adalah sebagai berikut:
                   atas insentif pengeluaran R&D di atas. Tidak ada
                   persyaratan  bagi perusahaan yang mengklaim      •  Insentif  kredit  berbasis  volume  untuk
                   insentif R&D untuk menjadi pemilik manfaat dari     perusahaan kecil dan menengah sebesar
                   hasil aktivitas R&D tersebut.                       12%dari  total  pengeluaran  R&D.  Sedangkan
                      3.4. India14                                     untuk perusahan besar, insentif kredit berbasis
                                                                       volume yang diberikan sebesar 8% hingga 10%
                                                                       dari total pengeluaran R&D. Namun demikian,
                      Terminologi  “research”  dalam   legislasi
                                                                       besaran  insentif kredit berbasis volume
                   perpajakan India didefinisikan sebagai:
                                                                       ini  dibatasi  hingga  20%  dari  jumlah  pajak
                      “any  activities  for  extension  of  knowledge  in   penghasilan terutang  sebelum insentif  kredit
                   the  fields  of  natural  or  applied  sciences  including   diterapkan.
                   agriculture,  animal  husbandries  or  fisheries,  but   •   Insentif kredit  berbasis incremental  sebesar
                   does not include the acquisition of rights.”        5%  bagi  semua  perusahaan  jika  pengeluaran
                                                                       R&D  pada  suatu  periode  melebihi  rata-rata
                      Perlakuan pajak atas pengeluaran R&D adalah
                                                                       pengeluaran R&D pada tiga tahun sebelumnya.
                   sebagai berikut:
                                                                       Besaran  insentif  kredit  berbasis  incremental
                   •  Super deduction sebesar 200% bagi pengeluaran    dibatasi  hingga  10%  dari  jumlah  pajak
                      untuk  aktivitas  R&D  yang  dilakukan  secara   penghasilan terutang  sebelum insentif  kredit
                      in-house  di  India,  termasuk  pengeluaran      diterapkan.
                      untuk  barang  modal  selain  pengeluaran
                                                                       Seluruh  industri  berhak  untuk  memperoleh
                      untuk  bangunan  atau  tanah.  Insentif berupa
                                                                    insentif kredit. Walau  demikian,  pengeluaran
                      super  deduction dibatasi bagi Wajib Pajak
                                                                    R&D  yang  berhak  memperoleh  insentif  ini  harus
                      yang  bergerak di bidang  bio teknologi  dan
                                                                    berbasis  teknologi  dan  ilmu  pengetahuan.  Untuk
                      manufaktur,  dengan  beberapa  pengecualian.
                                                                    memperoleh  insentif  ini,  pengeluaran  R&D
                      Wajib Pajak yang hendak memperoleh insentif
                                                                    harus berhubungan  dengan  manufaktur  suatu
                      super  deduction harus mendapat  persetujuan
                                                                    produk, atau  untuk  memperbaiki,  mendesain,
                      dari pemerintah.
                                                                    memformulasikan,   atau   menemukan    suatu
                   •  Super   deduction   sebesar   125%   hingga
                                                                    teknologi.  Termasuk  dalam  pengeluaran  R&D
                      200%untuk  pembayaran  biaya  R&D  kepada
                                                                    untuk  tujuan  pemberian insentif  diantaranya
                      entitas  pelaksana  R&D  yang  telah  ditetapkan
                                                                    adalah gaji pegawai divisi R&D, material, depresiasi,
                      oleh pemerintah.
                                                                    dan pengeluaran lain yang berhubungan langsung
                                                                    dengan kegiatan R&D.
                      Termasuk  dalam  pengeluaran  R&D  yang
                   mendapat insentif adalah gaji, material, utilitas, dan
                                                                       Insentif  bagi  pengeluaran  R&D  ini  berlaku
                   pengeluaran lain yang  memiliki kaitan  langsung
                                                                    untuk kegiatan R&D yang dilakukan di Jepang dan
                   dengan  kegiatan  R&D.  Tidak  termasuk  dalam
                                                                    di luar Jepang. Secara umum, kredit R&D yang tidak
                   pengeluaran  R&D  yang  mendapat  fasilitas  super
                                                                    digunakan pada suatu tahun dapat dikompensasi
                   deduction adalah biaya  administrasi dan umum,
                                                                    ke tahun berikutnya, paling lama satu tahun.
                   dan depresiasi. Agar mendapat insentif  super
                                                                                   16
                   deduction, kegiatan R&D harus dilakukan di India.   3.6. Belanda
                   Kerugian akibat  pembebanan  super deduction
                                                                       Definisi  R&D  untuk  tujuan  insentif  pajak
                   dapat dikompensasi ke tahun berikutnya.
                                                                    diartikan sebagai:
                                                                    15 John W. Darcy, “Japan Master Tax Guide”; dan Deloitte, “2013 Global
                                                                    Survey of R&D Tax Incentives” (2013)
                   14 PwC Team, “India Master Tax Guide”, (Haryana: Wolters Kluwer Pvt   16 Gerrit te Spenke,”Taxation in Netherlands”, (the Netherlands: Kluwer
                   Ltd, 2011); dan Deloitte, “2013 Global Survey of R&D Tax Incentives”   Law International, 2011), 83-84; dan Deloitte, “2013 Global Survey of
                   (2013)                                           R&D Tax Incentives” (2013)
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12