Page 8 - Working Paper (Pesta Demokrasi Tanpa Kebijakan Pajak)
P. 8

DDTC Working Paper 0614
                                                                                                           8



                   seringkali tidak tepat  karena sifatnya yang        Lalu  bagaimana  aktor  tersebut  kemudian
                   menggeneralisasi. 36                             dapat  terorganisasi, menjadi salah  satu  kekuatan
                                                                    tawar yang  penting,  lalu  melakukan  lobi-lobi?
                      Aktor lain, seperti  akademisi,  organisasi   Aktivitas lobi pada dasarnya adalah  suatu  upaya
                   profesi,  media massa, dan sebagainya juga       mempertahankan  economic  rents. Kelompok
                   memiliki peran, namun  dalam  derajat  yang  tidak   kepentingan  yang  sudah terorganisasi dengan
                   sedemikian  besar.  Di  Kanada,  pandangan  dari   baik  akan berusaha  menggagalkan adanya
                   Wajib Pajak yang tercermin dari opini publik sangat   suatu  perubahan  kebijakan  dalam  rangka
                   dipertimbangkan  dalam  penyusunan  perubahan    menghindari  kerugian yang  dapat  muncul  jika
                   kebijakan pajak yang berskala besar maupun atas   perubahan  tersebut  diimplementasikan.  Selain
                   tarif.  Salah  satu  cara  menilai  opini  publik  adalah   mempertahankan  economic rents yang telah
                   dengan  melihat  dari isu yang  diangkat  di media   dinikmati, motivasi untuk terlibat dalam aktivitas
                         37
                   massa.   Menariknya,  media  massa,  LSM,  dan   lobi dan kelompok penekan berasal dari keinginan
                   akademisi adalah tiga aktor yang berperan secara   mempertahankan kedudukan politik  yang  telah
                   aktif dan murni dalam memperjuangkan maupun      dicapai. 43
                   mengawal  kebijakan  pajak  di  Filipina.  Ketiganya
                   dianggap netral dari segala tekanan dan pengaruh    Adanya  keinginan  untuk  memaksimumkan
                   elit politik yang cukup berat. 38                dukungan  suara dalam  sistem demokrasi juga
                                                                    membutuhkan dukungan modal untuk membiayai
                      Di  sisi  lain,  penting  untuk  dicatat  bahwa
                                                                    aktivitas kampanye. Dukungan modal ini seringkali
                   keberadaan  organisasi profesi belum  tentu
                                                                    disediakan oleh pihak yang nantinya menjadi pelobi
                   berkontribusi  secara  positif.  Di  negara-negara        44
                                                                    kebijakan.  Dengan demikian, platform kebijakan
                   Sub-Sahara Afrika, peran organisasi profesi seperti
                                                                    menjadi ‘bias’, apakah hal tersebut merupakan
                   akuntan,  konsultan,  bankir,  dan  pengacara  justru
                                                                    murni dari  organisasi politik  atau  justru ‘titipan’
                                             39
                   memperkeruh  situasi pajak.  Konsultan  pajak
                                                                    dari  pemilik  modal.  Mungkin  saja  tidak  ada  lobi
                   di kawasan  tersebut justru  menjadi promotor
                                                                    pada saat di  awal  perumusan, namun  lobi dapat
                   bagi  perusahaan-perusahaan   swasta  untuk
                                                                    saja muncul di kemudian hari dalam rangka untuk
                   meminimalkan kewajiban pajak. 40
                                                                    merubah atau  menyelewengkannya dari  tujuan
                                                                         45
                      3.2.  Interaksi Aktor dan Lobi                awal.
                                                                       Meski demikian, tidak semua negara membuka
                      Suatu  kebijakan  pajak  tidak  hanya  terbentuk
                                                                    ruang untuk adanya pelobian. Sistem politik akan
                   oleh  kepentingan  masing-masing  aktor.  Dengan
                                                                    menentukan  sejauh mana  kelompok kepentingan
                   kata lain, latar belakang, ideologi, ataupun tujuan
                                                                    eksternal  (di   luar  pemerintahan)   dapat
                   dari masing-masing aktor tersebut bukanlah
                                                                    memengaruhi  perumusan kebijakan. Konsolidasi
                   satu-satunya penyebab kebijakan pajak  yang
                                                                    politik  juga akan memengaruhi  kemungkinan
                   berbeda-beda.  Hal  yang  tidak  kalah  pentingnya
                                                                    dilakukannya  lobi.  Sebagai  contoh,  kuatnya
                                                    41
                   adalah interaksi antar aktor tersebut.  Sejatinya,
                                                                    konsolidasi politik di Swedia membuat ruang lobi
                   kelompok-kelompok  dengan  kepentingan  yang
                                                                    semakin terbatas. Pihak yang ingin memengaruhi
                   kuat (secara ekonomi dan politik), akan memiliki
                                                                    kebijakan hanya dapat masuk melalui kementerian
                   peran dominan dalam proses keputusan kebijakan
                                                                    terkait atau relasi yang dekat dengan kementerian
                   pajak  dengan mekanisme lobi yang mereka
                                                                            46
                                                                    tersebut.   Dalam  situasi  politik  yang  semakin
                   lakukan. 42
                                                                    terfragmentasi,  organisasi politik  akan  semakin
                                                                    sulit  menyatakan  persetujuan  atas  kebijakan
                                                                    ekonomi  diajukan oleh organisasi politik  lainnya
                                                                    tanpa adanya suatu ‘biaya’. 47
                   36 Lihat pembahasan mengenai hal ini pada Omar Sanchez, “Tax System
                   Reform in Latin America: Domestic and International Causes,” Review of
                   International Political Economy 13, No. 5 (2006): 772 – 801.  Pada  umumnya  proses  interaksi yang  terjadi
                   37 Geoffrey Hale, The Politics of Taxation in Canada (Toronto: Broadview   di  negara maju maupun  negara berkembang
                   Press, 2002), 125.                               memiliki pola yang sama. Hal ini ditandai dengan
                   38  Gerakan LSM  di Filipina dianggap  yang  terbaik di kawasan  Asia   adanya peran organisasi politik  dan kalangan
                   Tenggara,  terutama dipelopori juga oleh kelompok Gereja. Selain itu,
                   media di Filipina masih dianggap belum terkontaminasi tekanan politik
                   walaupun tingkat pembunuhan wartawan di negara tersebut termasuk
                   yang tertinggi di dunia.                         43 Jan Fidrmuc dan Abdul G. Noury, Op.Cit., 6.
                   39 Tax Justice Network – Africa, Tax Us if You Can: Why Africa Should   44 Torsten Persson dan Guido Tabellini, Op.Cit., 61.
                   Stand Up for Tax Justice (Nairobi: Pambazuka Press, 2011), 29 – 34.  45 James Alt, Ian Preston, dan Luke Sibieta, Op.Cit., 1263.
                   40 Mick Moore, “The Changing Politics of Tax Policy Reforming in   46 Sven-Olof Lodin, The Making of Tax Law: The Development of Swedish
                   Developing Countries,” Op.Cit., 3.               Taxation (Amsterdam: IBFD & Iustus Forlag AB, 2011), 20 – 21.
                   41  Interaksi dapat  diartikan pula  sebagai  proses  komunikasi,  derajat   47 Untuk paparan lebih lanjut mengenai polarisasi dan konsolidasi politik
                   hubungan, hingga  daya tawar masing-masing aktor di hadapan  aktor   terhadap kebijakan fiskal (ekonomi secara umum)  dapat dilihat pada
                   lainnya.                                         Alberto  Alesina  dan  Allan  Drazen,  “Why  Are Stabilizations Delayed?”
                   42 David Brunori, Lo.Cit.                        NBER Working Paper, No. 3053 (Agustus, 1989).
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13