Page 15 - Working Paper (Rencana Aksi Base Erosion Profit Shifting dan Dampaknya terhadap Peraturan Pajak di Indonesia)
P. 15

DDTC Working Paper 0714
                                                                                                           15



                   multinasional  untuk  memindahkan  fungsi, aset   dengan aset tidak berwujud, dan goodwill. Dalam
                   dan  risiko ke jurisdiksi yang  mengenakan  pajak   hal ini, OECD mengecualikan sinergi grup (group
                          75
                   rendah.  Untuk mengatasi permasalahan ini, OECD   synergies) dan  karakteristik khusus  dari kondisi
                   dalam  Rencana  Aksi  atas  BEPS  menempatkan    pasar (market  specific  characteristics) dari
                   tiga isu substantif di  area  transfer  pricing dalam   pengertian aset tidak berwujud.
                   Rencana  Aksi  8,  9,  dan  10.  Ketiga  isu  tersebut
                   adalah aset tidak berwujud, risiko dan modal, serta   Terkait   market   specific   characteristics,
                   transaksi berisiko tinggi lainnya. Tujuan dari ketiga   OECD  menyatakan  bahwa  isu  market  specific
                   Rencana Aksi dalam area transfer pricing ini adalah   characteristics hanya  dapat  dipertimbangkan
                   untuk  menyesuaikan hasil dari  transfer  pricing   dalam  analisis kesebandingan.  Hal  ini dapat
                   dengan value creation.                           menimbulkan  perdebatan  dalam  proyek  BEPS,
                                                                    mengingat  Cina  sebagai  salah  satu  anggota  G20
                      Berikut  ini,  Rencana  Aksi  Kedelapan  yang   yang  mendukung  proyek  BEPS  ini  berpandangan
                   disusun oleh OECD dalam mengatasi permasalahan   bahwa alokasi laba yang timbul dari location specific
                   transfer pricing dalam proyek BEPS:              advantage seharusnya menjadi pertimbangan
                                                                                                        77
                                                                    dalam pemilihan metode transfer pricing.
                      “Develop  rules  to  prevent  BEPS  by  moving
                   intangibles  among  group  members.  This  will     Kedua, memastikan laba  yang timbul  dari
                   involve: (i) adopting a broad and clearly delineated   penggunaan  dan  pengalihan  aset  tidak  berwujud
                   definition  of  intangibles;  (ii)  ensuring  that  profits   sesuai  dengan  value  creation. Akan tetapi,
                   associated with the transfer and use of intangibles   permasalahan  utama  dalam  mengalokasikan
                   are  appropriately  allocated  in  accordance  with   laba  dari  penggunaan  dan pengalihan  aset tidak
                   (rather  than  divorced  from)  value  creation;   berwujud  adalah  mendefinisikan  terminologi
                   (iii)  developing  transfer  pricing  rules  or  special   value creation. Sebagai contoh, jika suatu aset tidak
                   measures for transfers of hard-to-value intangibles;   berwujud dirancang dan disempurnakan di negara
                   and (iv) updating the guidance on cost contribution   A, untuk kemudian dimanfaatkan semata-mata di
                   arrangements.”                                   negara  B,  maka  di manakah  nilai  dari aset  tidak
                                                                    berwujud tersebut diciptakan (value  created)?
                      Terdapat empat isu dalam transfer pricing atas   Jika  di kedua  negara,  maka  bagaimanakah  cara
                   aset  tidak  berwujud  yang  sedang  dikembangkan   untuk  mengalokasikan  value  creation tersebut
                   aturannya  oleh  OECD  melalui  proyek  BEPS.    diantara kedua negara?  Terlepas dari contoh ini,
                                                                                         78
                   Pertama, mengadopsi definisi yang luas serta secara   OECD  dalam  Discussion  Draft  on  Transfer  Pricing
                   jelas menggambarkan aset tidak berwujud. Dalam   Aspects of Intangibles menyatakan bahwa pemilik
                   OECD Discussion Draft on Transfer Pricing Aspects   legal  aset tidak  berwujud hanya merupakan titik
                   of Intangibles, OECD mencoba mendefinisikan aset   awal dalam  menentukan besarnya remunerasi
                   tidak  berwujud secara terpisah  dari  pengertian   dari pengunaan  aset  tidak  berwujud,  sehingga
                   dalam  standar akuntansi  maupun  hukum atas     kontribusi perusahaan afiliasi lainnya berdasarkan
                   properti. Definisi yang diadopsi oleh OECD adalah   fungsi, aset dan risiko merupakan kerangka dasar
                   sebagai berikut: 76                              dalam  mengidentifikasikan  besarnya  remunerasi
                      “..the  word  “intangible”  is  intended  to  address   yang diterima  oleh setiap entitas dalam  grup
                   something which is not a physical asset or a financial   perusahaan multinasional. 79
                   asset, which is capable of being owned or controlled   Ketiga, mengembangkan aturan transfer pricing
                   for use in commercial activities, and whose use or   atas pengalihan aset tidak berwujud yang sulit
                   transfer  would  be  compensated  had  it  occurred   diukur nilainya. Aset tidak  berwujud  yang  sulit
                   in  a  transaction  between  independent  parties  in   diukur nilainya mencerminkan  suatu  aset  tidak
                   comparable circumstances..”
                                                                    berwujud yang belum dapat ditetapkan seberapa
                                                                    besar nilai laba atau  manfaatnya, sehingga pada
                      Beberapa  contoh  dari  aset tidak  berwujud
                                                                    saat aset tidak berwujud ini  dialihkan, terdapat
                   diantaranya adalah paten,  know-how dan rahasia
                                                                    perbedaan  yang  signifikan  antara  nilai  laba  atau
                   dagang, trademarks, trade names dan brands, hak
                                                                    manfaat  yang diharapkan dengan nilai  laba  atau
                   berdasarkan kontrak dan lisensi dari pemerintah,
                                                                    manfaat  aktual  yang  diperoleh oleh penerima
                   lisensi dan hak terbatas lainnya yang berhubungan
                   75 OECD,  “Addressing Base Erosion and Profit Shifting”,  OECD
                   Publishing, (2013): 42.                          77 United Nations,  “China  Country Practice” dalam  UN  “Practical
                                                                    Manual on Transfer Pricing for Developing Countries”, (2013): 370-380;
                   76 OECD, “Public Consultation on Revised Discussion Draft on Transfer   Georg Kofler, “The BEPS Action  Plan and Transfer Pricing:  The Arm’s
                   Pricing Aspects of Intangibles”, (30 Juli 2013), paragraf 40; Lihat juga   Length Standard under Presure?” British Tax Review, (2013): 654
                   pemaparan komprehensif tentang definisi aset tidak berwujud dalam J.
                   Scott Wilkie, “The Definition and Ownership of Intangibles: Inside the   78 Yariv Brauner, “BEPS: An Interim  Evaluation”,  World Tax Journal,
                   Box? Outside the  Box? What  is the  Box?”,  World Tax  Journal,  IBFD,   IBFD, (Februari 2014): 32.
                   (2012):  222-248 dan “Intangibles and Location Benefits (Customer   79 OECD, “Public Consultation on Revised Discussion Draft on Transfer
                   Base)”, Bulletin for International Taxation, IBFD, (2014).  Pricing Aspects of Intangibles”, (30 Juli 2013), Paragraf 73.
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20