Page 9 - Working Paper (Rencana Aksi Base Erosion Profit Shifting dan Dampaknya terhadap Peraturan Pajak di Indonesia)
P. 9

DDTC Working Paper 0714
                                                                                                            9



                   negara cenderung  akan mendukung perusahaan      dengan perusahaan afiliasi di luar yurisdiksi CFC.
                   multinasional  yang  berasal  dari negaranya  dapat   Perbedaan aturan dan kebijakan di berbagai negara
                   bersaing  dengan   perusahaan  multinasional     tentang  CFC  tampaknya  akan  menyulitkan  OECD
                   dari  negara  lainnya.  Namun,  negara  domisili   dalam  merekomendasikan  suatu  best  practices.
                   perusahaan multinasional tersebut juga berupaya   Pada  akhirnya,  penting  untuk  diingat  bahwa
                   agar perusahaan multinasional  tidak melakukan   ketentuan CFC tidak serta merta digunakan untuk
                   penghindaran  pajak  dengan  adanya  kesempatan   mencegah deferral, melainkan untuk memberikan
                   untuk  melakukan  deferral pengenaan pajak  dari   batasan deferral yang diperbolehkan. 31
                   investasi yang dilakukan di negara sumber.
                                                                       3.4. Rencana Aksi 4: Limit Base Erosion via
                      Oleh karena itu, negara domisili  perusahaan        Interest Deductions and Other Financial
                   multinasional  berusaha untuk menyeimbangkan           Payments
                   ketentuan  CFC  dengan  daya  saing  perusahaan
                                                 28
                   multinasional mereka secara global.  Namun, hal ini   Pembebanan  biaya  bunga  terkait  transaksi
                                                                    pendanaan internal (intra-group finance) menjadi
                   dapat menyebabkan tidak terkoordinasi dan tidak
                                                                    isu  keempat  dalam  BEPS.  Secara  umum,  suatu
                   terekonsiliasinya  kebijakan  pajak  antara negara
                                                                    perusahaan multinasional  cenderung  untuk
                   domisili dan negara sumber yang berdampak pada
                                                                    membiayai perusahaan afiliasinya yang berdomisili
                   tumpang  tindih kebijakan  diantara  kedua negara
                                                                    di negara yang memiliki tarif pajak tinggi melalui
                   sehingga berpotensi menimbulkan double taxation
                   dan double non-taxation. 29                      utang, sementara perusahaan afiliasi yang berlokasi
                                                                    di negara yang memiliki tarif pajak rendah dibiayai
                      Rekomendasi  ketentuan  domestik  yang  akan   melalui  modal. Hal ini  merupakan salah satu
                   diajukan  oleh  OECD  tampaknya  tidak  akan  jauh   alasan bagi grup perusahaan multinasional untuk
                   berbeda  dengan  ketentuan  CFC  yang  sudah     mendirikan  perusahaan pembiayaan  (finance
                   diterapkan oleh banyak negara. Beberapa elemen   companies) di negara  yang  memiliki  tarif pajak
                   utama  yang  menjadi perhatian  diantaranya      rendah dengan  tujuan  perusahaan  pembiayaan
                   adalah  definisi  control, di  mana  control dapat   tersebut nantinya yang  akan  membiayai operasi
                   didefinisikan  berdasarkan  kepemilikan  secara   perusahaan  afiliasi  lainnya  di  negara  yang
                   langsung, tidak langsung, constructive dan de facto   memiliki tarif  pajak  tinggi.   Skema  ini  dikenal
                                                                                             32
                   control. Hal  yang  perlu  dipertimbangkan  oleh   juga  dengan  istilah  “interest  stripping”.  Skema
                   OECD dalam rekomendasinya adalah sejauh mana     BEPS  yang  juga  terkait  dengan  Rencana  Aksi  ini
                   ketentuan CFC dapat menjangkau wajib pajak yang   adalah  pembebanan  transaksi  finansial  lainnya
                   melakukan  investasi di perusahaan  mutual  funds   yang secara ekonomis setara dengan pembayaran
                   yang didirikan di  negara yang mengenakan tarif   bunga. Pembebanan transaksi finansial lainnya ini
                   pajak rendah. 30                                 dapat berupa penjaminan pinjaman, derivatif, dan
                                                                    captive insurance.
                      Rekomendasi  OECD  nantinya  juga  perlu
                   memperhatikan aturan tentang jurisdiksi  seperti    Rencana  Aksi  ini  menyatakan  bahwa  OECD
                   apa  yang  menjadi  target  dari  ketentuan  CFC.   berupaya untuk:
                   Hal  ini  tidak  terlepas  dari  penggunaan  CFC    “Develop  recommendations  regarding  best
                   untuk  tujuan  perpajakan hanya bermanfaat       practices  in  the  design  of  rules  to  prevent  base
                   jika  tarif  pajak  di  negara  CFC  berdomisili  lebih   erosion  through  the  use  of  interest  expense,  for
                   rendah daripada tarif pajak di negara pengendali   example through the use of related-party and third-
                   CFC  tersebut.  Rekomendasi  OECD  juga  perlu   party debt to achieve excessive interest deductions
                   mengidentifikasikan  jenis  penghasilan  apa  saja   or to finance the production of exempt or deferred
                   dari CFC yang menjadi objek dari ketentuan CFC.   income,  and  other  financial  payments  that  are
                   Secara  umum,  penghasilan  CFC  yang  teratribusi   economically  equivalent  to  interest  payments.  The
                   kepada  pengendali  CFC  dan  menjadi  objek  dari   work will evaluate the effectiveness of different types
                   aturan CFC adalah passive income, base company   of limitations. In connection with and in support of
                   income, dan penghasilan dari transaksi antara CFC
                                                                    the  foregoing  work,  transfer  pricing  guidance  will
                                                                    also be developed regarding the pricing of related
                   Investment”, Public Hearing Before the Senate Committee on Finance   party  financial  transactions,  including  financial
                   (26 Juni 2008).                                  and performance guarantees, derivatives (including
                   28 Lihat Yoshihiro Misui, “Taxation of Foreign Subsidiaries: Japan’s Tax
                   Reform 2009/10”, Bulletin for International Taxation, (2010); 242-248.  internal  derivatives  used  in  intra-bank  dealings),
                   29 Lihat lebih lanjut Harry Grubert dan Rosanne Althuser, “Fixing
                   the  System:  An Analysis of  Alternative Proposals for  the  Reform  of
                   International Tax”, National Tax Journal, (2013), 671-712.  31 Yariv Brauner, “BEPS: An Interim  Evaluation”,  World Tax Journal,
                   30 Amerika Serikat memiliki ketentuan anti-deferal lainnya dalam bentuk   IBFD, (Februari 2014): 22.
                   Passive Foreign Investment Company Regime yang tidak mensyaratkan   32 Lihat Mihir Desai, C. Fritz Foley, dan James Hines Jr, “A Multinational
                   batas minimum kepemilikan sebagai dasar untuk menerapkan ketentuan   Perspective on Capital Structure Choice and Internal Capital Markets”,
                   ini. Lihat Internal Revenue Code Section 1291-1298.  NBER Working Paper, (2003).
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14