Page 6 - Working Paper (Tax Amnesty dan Faktor Penentu Keberhasilannya: Pelajaran dari Beberapa Otoritas Pajak)
P. 6

DDTC Working Paper 1416
                                                                                                            6


                   (tax  return)  mereka.  Dengan  laporan  pajak  ini   keuntungan dari  diterapkannya PPP, terutama
                   otoritas  pajak  memiliki  data  baru  dan/atau  data   mereka yang  selama  ini memang  penghindar
                   yang  telah  diperbaiki.  Kondisi  ini secara  teoritis   pajak (tax avoiders). Pemberlakuan PPP, menurut
                   dapat  meningkatkan  kepatuhan  sukarela  di     Leonard  dan  Zeckhauser  (1987)  ‘undermines
                   masa  mendatang  (future compliance),  terutama   guilt from tax evasion’ (p.66). Wajib pajak yang di
                   pada  adanya  keyakinan  di  benak  wajib  pajak   masa lalunya memang secara sengaja menghindari
                   bahwa mereka saat ini telah berada dalam sistem   pajak  akan  meremehkan  rasa  bersalah  dari
                   administrasi perpajakan.                         tindakan mereka menghindari pajak di masa lalu
                                                                    karena adanya pengampunan ini. Sebagai sebuah
                      Ketiga,  sejalan  dengan  pandangan  Leonard   ilustrasi, misalkan di sebuah negeri begitu banyak
                   dan Zeckhauser (1987), kami berpendapat bahwa    pencuri. Suatu ketika pemerintah negeri tersebut
                   PPP akan membuat transisi menuju sebuah rezim    memberikan pengampunan  atas kesalahan para
                   penegakan  hukum  yang  baru  (new  enforcement   pencuri tersebut. Dengan kebijakan tersebut para
                   regime),  misalnya  rezim  enforcement  yang  lebih   pencuri akan  ‘meremehkan’  tindakan  yang  telah
                   ‘keras’, dipandang lebih fair. Hal ini terutama bagi   dilakukannya dan tidak melihatnya sebagai sebuah
                   wajib pajak yang karena kelalaiannya (negligence)   kesalahan.
                   tidak memenuhi kewajiban perpajakannya di masa
                   lalu; bukan karena sengaja berlaku curang (fraud).   Akhirnya,  jika  tidak  dikelola  dengan  baik
                   Bagi  wajib  pajak  kategori  ini  PPP  memberikan   pasca   pemberlakuannya   PPP   justru   akan
                   semacam  lembaran  baru  bagi  mereka  untuk     menurunkan tingkat kepatuhan  sukarela pasca-
                   mulai  mentaati  ketentuan  perpajakan  dengan   PPP  (post-amnesty voluntary compliance)  (Alm
                   memberikan pembebasan sanksi atas “dosa” masa    1998  dan  Leonard  dan  Zeckhauser  1987).
                   lalunya.  Di  sisi  lain  mereka  sadar  bahwa  sanksi   Mengapa demikian? Karena, sebagaima diungkap
                   yang lebih keras siap menanti jika setelah periode   sebelumnya, wajib pajak yang sebelumnya memang
                   pemberlakuan  PPP berakhir mereka masih tetap    patuh akan merasa diberlakukan tidak adil. Wajib
                   lalai atau bahkan sengaja menghindari kewajiban   Pajak  yang  tidak  lagi  terlalu  merasa  bersalah
                   pajak.                                           jika  tidak  patuh.  Wajib  Pajak  yang  baru  terbuka
                                                                    matanya akan  adanya sekelompok orang  yang
                      Di  samping  manfaat  sebagaimana  diutarakan
                                                                    selama ini tidak membayar pajak. Wajib Pajak yang
                   di  atas,  PPP  juga  memiliki  dampak  negatif  yang
                                                                    menyadari bahwa selama ini ternyata pemerintah
                   melekat  (inherent  negative impacts).  Dampak
                                                                    tidak  mampu  menegakkan  hukum  pajak  dengan
                   negatif ini terutama  lebih bersifat  psikologis
                                                                    baik sehingga banyak orang yang bisa menghindar.
                   daripada  ekonomis  (lihat  misalnya  Leonard  dan
                                                                    Terakhir,  Wajib  Pajak  yang  mengantisipasi  akan
                   Zeckhauser (1987), Nar (2015), dan Alm (1998)).
                                                                    adanya program serupa suatu saat di masa datang
                   Dampak  negatif  yang  bersifat  psikologis  tersebut
                                                                    sehingga  mereka  menahan  diri  untuk  patuh  saat
                   adalah:  pertama,  PPP sangat  berpeluang  untuk
                                                                    ini.
                   memunculkan  kemarahan  di  kalangan  wajib
                   pajak yang selama ini telah merasa patuh (honest    Keadaan tersebut  di  atas,  baik  yang  positif
                   taxpayers).  Kemarahan  ini  sangat  mungkin  tidak   maupun  negatif, akan  selalu  muncul  dari
                   dimanifestasikan dalam  tindakan  destruktif,    pemberlakuan  PPP.  Namun  demikian,  dampak
                   namun lebih pada menurunnya kepercayaan (trust)   negatif dapat  diminimalisir  sedemikian rupa
                   dari wajib pajak kategori ini kepada otoritas pajak   jika  sejumlah  kondisi  dapat  terpenuhi  sehingga
                   atau pemerintah secara keseluruhan. Menurunnya   menjadikan  PPP  efektif.  Sebelum  membahas
                   kepercayaan  kepada otoritas merupakan cikal     bagaimana agar PPP yang diterapkan dapat efektif,
                   bakal  munculnya  perilaku  tidak  patuh  (non-  akan  dikaji  terlebih  dahulu  bagaimana  sample
                   compliance  behaviour)  (Cook  and  Cooper  2003;   yuridiksi menerapkan PPP.
                   Braithwaite  1995).  Dalam  benak  mereka  akan
                   muncul  pernyataan  kurang lebih seperti:  “Untuk   4. Penerapan Tax Amnesty
                   apa saya selama ini patuh, kalau toh mereka yang    di Yuridiksi Sample
                   selama ini curang dengan tidak bayar pajak, pada
                   akhirnya bisa membayar pajak dengan tarif  lebih
                                                                       Pembahasan    mengenai   bagaimana   PPP
                   murah  dan dibebaskan  sanksinya”.  Dalam  jangka
                                                                    diterapkan  di beberapa  sample  mengikuti
                   panjang kondisi psikologis di kalangan wajib pajak
                                                                    sistematika   Alm   (1998,   pp.1-3),   meliputi:
                   seperti ini akan sangat berpengaruh kepada tingkat
                   kepatuhan kolektif jangka panjang (long-term tax   kelayakan (eligibility), cakupan (coverage), bentuk
                                                                    insetif (incentives), dan jangka waktu (duration).
                   compliance).
                                                                       Kelayakan penerima pengampunan
                      Kedua, bertolak  belakang  dengan  yang
                   pertama,  dampak  psikologis  yang  lain  justru    Sebuah PPP secara spesifik kategori wajib pajak
                   muncul dari kalangan wajib pajak yang mengambil
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11